Lagu Ebiet G Ade Ayah

Inilah cikal bakal Ebiet G Ade yang kita kenal sekarang. Kerinduan yang dialami oleh pengarang kepada ayah yang begitu mendalam hanyalah tingal kerinduan yang tiada berarti. Salah satunya adalah Abietyasakti Ksatria Kinasih yang kini menjadi manajernya. Sehingga anak yang ketika ditinggal oleh ayahnya tidak kaget menghadapi ujian dalam kehidupannya. Karena ayah yang penuh dengan perjuangan dan beban yang begitu besar ditanggungnya, kini menjadi tanggungjawabnya kerena ayahnya yang telah tiada.

Selang dua tahun kemudian, sebuah album bertajuk Gamelan dirilisnya. Kau Nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras. Pengaranga mengajak pembaca untuk dapat mengetahui bagaimana keadaan ayah.

Postingan Populer

Akhirnya Ebiet memilih untuk bergabung ke sebuah grup vokal. Namun kerindua itu hanya kerinduan semu. Timbulnya irama pada syair lagu tersebut karena adanya asonansi pengulangan bunyi vokal yang sama pada rangkaian kata yang berdekatan dalam satu baris pada tiap baris syair lagu tersebut.

Gambaran tuleng pipi yang keriput, serta bahu yang dulu kekar, kini kurus dan terbungkuk. Proses mencari bukti-bukti linguistik. Namun semua kenangan bebrsama ayah tidak dapat dilupakan oleh anaknya. Kenangan bersama ayah begitu membekas.

Penggantian arti dalam syair lagu tersebut berupa metafora, simile, dan metonimia, yang kesemuanya merupakan kata-kata konotatif yang memiliki arti kias. Awalnya hal tersebut hanya dilakukannya sebagai hobi semata, namun desakan dari para sahabatnya akhirnya membut Ebiet bersedia memasuki dunia rekaman. Ebiet lebih suka disebut penyair ketimbang penyanyi. Ebiet termasuk siswa berotak encer.

Tujuan stilistika adalah untuk merespon teks yang dianalisis sebagai sebuah karya sastra, dan mengobservasi bahasa karya sastra tersebut. Melalui kata yang dituliskan pengarang dalam tiap barisnya menunjukkan begitu rindunya seorang anak kepada ayahnya. Pengarang juga mencoba mengajak pembaca ikut melihat dan merasakan bagaimana gambaran seorang ayah melalui pemilihan kata dengan melibatkan citraan tertentu. Keriduan yang mendalam juga dirasakan oleh pengarang ketika berada dalam sepi.

Adapun penciptaan arti yang diciptakan oleh penyair dengan penggunaan bentuk visual seperti persajakan dan pembaitan. Sehingga pembaca akan lebih mudah untuk menanggapi penggambaran imaji pengarang. Kenangan dulu bersama ayah ketika menuai padi bersama. Terdapat pengulangan baris yang ditemukan walauph bukan pada tiap bait. Diksi dapat dikatakan sebagai pilihan kata yang dilakukan oleh pengarang dalam karyanya guna menciptakan efek makna estetik tertentu.

Namun walau bagaimanapun kondisi yang dialami ayah, ayah tetap sabar. Namun ia tidak dapat melanjutkan perkuliahan di Universitas Gajah Mada karena ketiadaan biaya. Akhirnya ia mencari cara lain untuk membacakan puisinya tanpa harus berdeklamasi. Namun karena tidak kerasan, dirinya pindah ke Yogyakarta.

Selain terdapat pengulangan bunyi vokal, syair lagu tersebut, juga terdapat pengulangan bunyi konsonan aliterasi. Bahasa kias tampak dominan dalam syair lagu tersebut memanfaatkan metafora, simili, sim hotel dan sarana retorika hiperbola.

Chord Terbaru

Namun ayah yang begitu tabah dan setia. Bagaimana perjuangan ayah melawan terik matahari yang membakar tubuhnya, bagaimana keringat itu mengalir. Kata-kata yang digunakan oleh pengarang bertujuan untuk membangkitkan imaji pembaca tentang kondisi ayah. Kedua baris tersebut membandingkan sesuatu tanpa kata pembanding.

Pada syair lagu tersebut pengarang memilih kata-kata yang tidak biasa, karena penuh dengan majas. Makna dalam sebuah karya merupakan rangkaian gagasan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Bait diatas juga memanfaatkan citraan gerak yang melukiskan langkah kaki yang kadang gemetar yang menunjukkan begitu rapuhya ayah kini. Dengan majas metafora, pembaca menjadi lebih mudah membayangkan keadaan ayah yang dimaksudkan oleh pengarang. Ayah yang telah banyak pengalaman dalam kehidupan membagi dengan anaknya.

Citraan atau imaji dalam karya berperan penting untuk menimbulkan pembayangan imajinatif, membentuk gambaran mental, dan dapat membangkitkan pengalaman tertentu pada pembaca. Benturan dan hempasan terpahat dikeningmu. Hal ini karena Ebiet pernah disindir oleh teman-temannya untuk membuat dan menyanyikan karyanya sendiri. Majas metafora dimanfaatkan pada bait V pada baris keempat untuk melukiskan sangat keriput pada pipi sampai digambarkan tulangnyapun ikut keriput. Bagaimana perjuangan ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kepadatan kalimat dan bentuk ekspresif sangat diperlukan dalam penciptaan sebuah karya. Namun aku melihat semangat tak pernah pudar meski langkahmu terlihat kadang gemetar. Budiardjo, Purwacaraka, dan Erwin Gutawa. Ebiet sendiri merupakan seorang pembuat syair puisi yang handal, namun ia tak bisa berdeklamasi dengan puisi tersebut. Latar belakang Ebiet G Ade.

Kini anaknya yang ahrus menanngung beban keluarganya. Pengarang dapat mengungkapkannya secara implisit maupun eksplisit gagasan dalam setiap karyanya.

Untuk itu, pengarang tidak jarang menggunakan kata konotasi disamping kata denotasi dalam penciptaan sebuah karya. Bait keempat diatas, pengarang memanfaatkan citraan gerakan untuk melukiskan gerakan langkah kaki yang gemetar pada baris pertama. Penyimpangan arti terjadi dengan adanya ambiguitas dan kontradiksi. Karir awal Ebiet sebagai penyanyi adalah dengan melagukan syair-syari karya Emha Ainun Najib.

Hanya yang penting saja yang diungkapkan. Kalimat yang dipilihnyapun padat dan penuh dengan makna. Anakmu sekarang banyak menanggung beban. Bait ketiga diatas memanfaatkan citraan penglihatanuntuk melukiskan bagaimana keadaan ayah yang begitu semangat untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan.

Update Download Mp3 Lagu Ebiet G. Ade Full Album Gratis

Lirik Lagu Populer

Chord Pilihan

Lingkaran Tujuan Kajian Stilistika. Pembaca akan diajak untuk merasakan apa yang dirasakan oleh pengarang.